EDISI TAHUN 2014, JUM'AT 28 MARET 2014
Assalammualaikum…
Muslimah itu kudu smart alias
cerdas. Bukan hanya nilai ulangan Fisika dan Kimia yang tinggi itu disebut
smart, tapi juga cara dia bergaul menentukan sekali smart atau tidaknya seorang
muslimah. Yang namanya muslimah, identitas dia terlihat terutama dari cara
berpakaian. Jelas donk, dia harus menutup auratnya kecuali muka dan telapak
tangan. Nah, dalam posisi ini sang muslimah membawa nama Islam dalam seluruh
perilakunya. So, watch out! Kamu kudu hati-hati.
Kenapa harus hati-hati? Bro en Sis
rahimakumullah, pembaca setia Al-Amiin. Kamu tentu tahu dong kalau seusiamu
ini, meleng sedikit bisa habis dimangsa serigala. Ya…serigala berbulu domba
alias cowok yang terlihat manis padahal niatnya busuk untuk menjerumuskan kamu.
Konon, masa-masa remaja itu adalah masa yang paling indah. Jadi bila jatuh
cinta sedikit saja, maka serasa dunia milik berdua. Perasaan seperti inilah
yang mudah dimanfaatkan oleh oknum yang tak bertanggung jawab.
Itu sebabnya, dibutuhkan langkah-langkah
jitu untuk menjadi muslimah yang smart. Kalau kamu smart, sulit untuk dibodohi
apalagi dimanfaatkan atas nama cinta padahal nafsu yang merajalela. Nih,
pantengin ya beberapa tips di bawah ini supaya kamu selamat dunia akhirat,
insya Allah.
Smart = nggak KUPENG
Kupeng alias kurang pengetahuan.
Muslimah itu wawasannya harus luas. Bukan cuma gosip artis yang diurusin atau
model baju terbaru yang diketahui. Gadget terbaru selalu update tapi hanya
untuk main game atau bahkan nyari gebetan via facebook. Rajin di depan TV tapi
sekadar mantengin acara musik atau FTV. Hadeuuh.. asli nyebelin!
Wawasan luas itu lebih ke
pengetahuan yang mempunyai efek bagi bertambahnya keimanan dan kepedulian
terhadap nasib umat ini. Misal nih, kamu tahu bahwa berkembangnya hormon yang
menjadikan tertarik pada lawan jenis itu memang alami. Nah, yang penting untuk
disikapi adalah kamu mau mengikuti nafsu tersebut dengan cara tidak halal yaitu
berpacaran atau mengendalikannya dengan kegiatan yang bermanfaat. Muslimah
smart tentu pandai memilih yang sesuai syariat, pastinya. Kondisi ini kamu
sharing dengan teman-teman sesama muslimah untuk saling menguatkan dalam
keimanan dan mengingatkan dalam kebaikan. Tuh, catet deh sama kamu!
Sobat Al-Amiin, nggak berhenti di
situ saja, lho. Muslimah smart juga rajin mengikuti berita perkembangan dunia
Islam baik di dalam maupun luar negeri. Mulai dari heboh mau pemilu di negeri
ini, tuduhan terorisme yang merupakan setingan Amerika untuk memusuhi Islam
hingga berita luar negeri seperti konflik di Suriah untuk perjuangan menegakkan
kalimat Allah.
Penting sekali luasnya wawasan ini,
supaya kamu tahu bahwa umat Islam dan problematikanya bukan hanya ada di
Indonesia saja. Nasionalisme sempit yang ada juga nggak bakal berkembang ketika
kamu melihat bahwa saudara muslim di belahan bumi lain juga membutuhkan
pertolongan, dukungan, dana dan doa dari kita semua.
Wawasan muslimah smart juga bukan
tentang masalah dunia saja. Atau sebaliknya, tahunya cuma masalah salat, puasa,
zakat dan haji. Iya sih, itu memang wajib tahu. Tapi muslimah smart juga paham
bahwa Islam bukan hanya soal itu saja. Islam itu kan the way of life
alias jalan hidup. Jadi ya urusan dunia dan akhirat harus sama-sama paham
dengan berimbang. Bukan hanya berat di salah satunya saja. Ini semua sudah
pernah dicontohkan oleh generasi hebat sebelum kita kok. Mereka itu ibarat
singa yang perkasa di siang hari (keperluan dunia) dan seperti rahib di malam
hari (rajin ibadah). Lagipula, kedua hal tersebut ada nilai pahalanya
sendiri-sendiri di hadapan Allah Ta’ala. Catet dan ingat-ingat, ya!
Smart = nggak KUPER
Kuper alias kurang pergaulan. Ada
loh muslimah itu yang rajin mengurung diri di kamar saja. Dia baik dan salihah
tapi dipakai untuk diri sendiri. Dia cerdas tapi enggan berbagi. Seolah-olah
surga untuk ditempati sendiri. Ih…semoga kamu bukan termasuk tipe ini ya.
Sebaliknya nih, ada muslimah yang
rajin jalan-jalan di mal tapi untuk nongkrong dan cuci mata. Gabung di
organisasi tapi dengan niatan mau cari pacar. Punya banyak teman tapi tidak
membawa manfaat bagi perbaikan diri.
Kedua tipe di atas tak bisa dipilih.
Muslimah smart itu tipenya peduli. Bukan hanya diri sendiri, tapi juga
keluarga, teman, dan lingkungan. Banyak bergaul itu memang harus. Tapi bukan
bergaul yang kebablasan sehingga cenderung bebas. Tetaplah ada rambu-rambu bagi
seorang muslimah ketika melibatkan diri dalam kegiatan kemasyarakatan atau
berorganisasi. Ini artinya, tetap kudu waspada.
Biar kata kamu harus banyak bergaul
tapi ingat, bergaul yang syar’i itu harus kamu pahami. Becanda boleh-boleh saja
tapi jangan kelewatan. Tetap tidak boleh ada unsur bohong atau menipu di
dalamnya. Juga, tidak usah terlalu banyak. Ibarat garam dalam masakan, rasanya
tak enak bila kebanyakan bukan? Bahkan, banyak tertawa itu bisa mematikan hati
loh. So, tetap jaga imej bahwa kamu muslimah.
Smart = JAGA KEHORMATAN
Sobat Al-Amiin, kamu sekarang tahu
kan bahwa seorang muslimah itu harus luas wawasannya dan juga ramah terhadap
sesama. Berjilbabnya kamu bukan halangan untuk menyapa tukang becak yang juga
tetanggamu. Menyapa secara ramah bukan berarti lebay atau keganjenan. Juga
bukan secara kaku dan sok suci.
Kehormatan muslimah itu mahal
harganya. Maka, dengan bekal pengetahuan dan pergaulan yang cukup, seorang
muslimah menjadi tahu bagaimana harus bersikap dan berperilaku. Dia nggak akan
jual obral dengan bergaul bebas khususnya pada lawan jenis. Ada batas-batas
tertentu yang harus dipatuhi demi menjaga kehormatan muslimah sendiri.
Pertama nih, harus menutup aurat.
Alhamdulillah banyak muslimah baik secara sadar atau karena pembiasaan dari
orang tua, sudah menutup aurat dengan sempurna. Kerudung yang menutup kepala
hingga menjulur ke dada beserta dengan jilbab yang merupakan baju longgar tanpa
potongan rajin dipakai bila keluar rumah.
Kedua, menghindari khalwat atau
berduaan dengan lawan jenis. Muslimah smart nggak akan coba-coba untuk
melanggar aturan ini.
Ketiga, tidak berikhtilat atau
campur baur dengan lawan jenis. Ikhtilat adalah lawan dari infishal (terpisah).
Pada dasarnya, Islam telah mewajibkan pemisahan antara pria dan wanita.
Pemisahan ini berlaku umum dalam kondisi apapun, baik dalam kehidupan umum
maupun khusus, kecuali ada dalil-dalil yang mengkhususkannya. Pada dasarnya,
ikhtilath itu dibenarkan dalam aktivitas-aktivitas yang diperbolehkan oleh
syara’. Terutama aktivitas yang di dalamnya mengharuskan adanya interaksi
(aktivitas dalam urusan yang kedua). Misalnya, bercampur baurnya laki-laki dan
wanita dalam aktivitas jual beli, atau ibadah haji dan juga dalam masalah
kesehatan.
Rambu-rambu di atas diberikan oleh
Allah yang sangat mengetahui potensi manusia. Namanya saja dibuat oleh Yang
Mahatahu jadi sudah pasti jaminan mutu. Jadi nggak bakal ada trial and error
kayak hukum buatan manusia deh. Nah, semoga kamu pada paham ya.
Bila perempuan utamanya muslimah mau
mengikuti aturan ini dengan baik dan benar maka fenomena cewek cabe-cabean
seperti yang marak akhir-akhir ini nggak akan terjadi.
Smart = mau NGAJI
Bro en Sis rahimakumullah, pembaca
setia Al-Amiin. Ngaji di sini bukan sebatas membaca al-Quran tanpa tahu
maknanya. Ngaji di sini adalah memahami Islam berdasar Quran dan sunah serta
ijma sahabat. Sekali mengaji dengan benar, kamu akan merasa bahwa banyak sekali
ilmu Islam yang masih belum kamu ketahui. Makanya kamu nggak boleh sombong dan
enggan mendatangi majelis ilmu.
Orang yang sudah tua ngaji dan ingat
akhirat, itu biasa. Mau kemana lagi tujuan hidup bila usia sudah senja. Betul
tidak? Tapi bila usia masih muda, remaja lagi, masih unyu-unyu sudah rajin
mengaji, itu baru luar biasa. Biarpun muda, siapa yang bisa tahu kapan ajal kan
tiba? Jadi jangan menunggu tua deh untuk mengaji dan beribadah dengan serius.
Kalau sudah ngaji, kamu akan tahu
bahwa menyebarkan apa yang telah kamu ketahui itu adalah wajib dan merupakan
tabungan kebaikan.
Finally…
Muslimah smart dimulai dari diri
kita. Nggak usah jauh-jauh mencari teladan. Nggak usah bingung mencari padanan.
Sosok istimewa ini ada di dalam diri kita, kamu dan juga saya. Kita semua
mempunyai potensi untuk menjadi muslimah smart.
Ahh…mana bisa? Aku kan nggak pintar
fisika. Aku juga pemalu, nggak bisa menyapa orang dengan ramah. Aku juga nggak
tahu apa-apa tentang pergaulan dalam Islam apalagi berita tentang nasib umat
baik di Indonesia maupun di belahan bumi sana.
Jangan patah semangat dulu, sobat Al-Amiin.
Semua langkah besar dimulai oleh langkah kecil dulu. Harus ada langkah pertama
yang harus dilakukan. Bila kamu belum memenuhi syarat sebagai muslimah smart di
atas, ayo ambil langkah pertama dulu. Niatkan kuat untuk berubah. Bismillah.
Selanjutnya mulai berbenah. Bagi yang belum berhijab, ayo segera ditutup
auratnya dengan kerudung dan jilbab. Bagi yang sudah berhijab tapi akhlak belum
beres, ayo mulai dijaga suara tertawanya atau becandanya. Untuk kamu yang sudah
oke berhijab dan akhlaknya, ingat-ingat apakah ketika kamu berjanji suka ingkar
atau tidak. Suka ngomong yang menyakitkan hati orang lain atau tidak.
Bila ini sudah oke semua, beranjak
ke hal yang lebih besar. Lihat temanmu, adakah yang memerlukan bantuan? Bila
iya, segera bantu. Bila tidak, ayo luaskan sudut pandangmu. Galang kepedulian
terhadap muslim lainnya. Jangan sampai ada teman atau tetanggamu yang tidak
bisa makan di saat kamu kekenyangan. Atau ada muslimah yang tidak bisa berhijab
karena tak mampu membeli kain untuk menutup aurat.
Nah, mudah kan menjadi muslimah
smart itu? Mulai dari diri sendiri, saat ini, dan jangan tunda lagi.
Wassalammualaikum…
0 komentar:
Posting Komentar